Jenis-jenis Baja Berdasarkan Komposisinya

Jenis-jenis Baja Berdasarkan Komposisinya

Jenis-jenis baja berdasarkan komposisinya

Berbeda dengan besi yang merupakan material alami yang terbuat dari unsur Fe (Ferrum), baja merupakan material buatan (logam paduan). Baja untuk konstruksi adalah struktur yang terbuat dari kombinasi terorganisir dari baja struktural yang diatur dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan konstruksi.

Berikut ini merupakan jenis-jenis baja berdasarkan komposisinya.
  1. Baja Karbon.

Terbagi menjadi beberapa klasifikasi lagi sesuai dengan jumlah karbon yang menyusun baja tersebut, yakni baja karbon rendah, menengah, dan tinggi.

  • Baja  karbon  rendah  adalah  material  dalam penggunaannya  kebanyakan  dipakai sebagai  bahan  konstruksi  umum. Bahan baja  karbon  rendah  mempunyai  keuletan  yang  tinggi  dan mudah  di kerjakan dengan mesin,  tetapi  kekerasannya  rendah  dan  tidak  tahan  aus,
  • Baja karbon sedang adalah baja dengan kandungan karbon antara 0,2–0,5% dari keseluruhan berat baja paduan. Baja karbon sedang memiliki kekuatan dan ketahanan terhadap gesekan dan dapat bekerja dalam waktu yang lama sehingga digunakan pada roda rel kereta api dan roda gigi,
  • Baja Karbon Tinggi, kandungan karbonnya sekitar 0,8%-2%. Kualitasnya—kekerasan, kekuatan lebih tinggi daripada dua jenis baja lain.

2. Baja Paduan.

Baja yang sudah mendapatkan tambahan unsur tertentu. Penambahan unsur tersebut salah satunya bertujuan untuk menaikkan sifat mekanik baja pada temperatur yang rendah, serta meningkatkan daya tahan baja terhadap reaksi kimia (dalam hal ini oksidasi dan reduksi).

JASA KONSTRAKTOR KONSTRUKSI BAJA TERPERCAYA DI SOLO WELDING.

 

3. Baja Paduan Khusus (Special Alloy Steel).

Baja yang mengandung berbagai logam, misalnya nikel, chromium, mangan, molybdenum, tungsten, dan vanadium. Penambahan logam tersebut ke dalam baja akan mengubah sifat mekanik dan kimia baja menjadi lebih keras, kuat, dan ulet.

4. High Speed Steel.

Baja ini memiliki kandungan karbon sekitar 0,7%-1,5%. dan penggunaannya sebagai alat potong, seperti drills, milling cutters, reamers, dan sebagainya. Tujuan penggunaan high speed steel karena alat-alat potong yang terbuat dari baja jenis ini memang memiliki kecepatan saat dioperasikan, bahkan lebih cepat hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan penggunaan dari baja karbon.

 

Beberapa hal di atas merupakan jenis-jenis baja berdasarkan komposisinya.

Terima kasih sudah membaca 🙂